Lillahita'ala of Blog - Riza Achmad Fauzi

Minggu, 30 November 2014

Ilmu Pengetahuan



 
KEGIATAN EKSPOR IMPOR INDONESIA

1.  Pengertian Ekspor dan Impor Serta Kegiatannya

Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri, sedangkan impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari negara lain. Orang yang melakukan kegiatan ekspor disebut eksportir, sedangkan orang yang melakukan kegiatan impor disebut importir. Kegiatan ekspor (menjual barang ke luar negeri) dapat menghasilkan devisa bagi negara. Devisa adalah masuknya uang asing ke negara kita. Uang asing yang masuk ke negara kita tersebut dapat kita gunakan untuk membayar barang- barang dan jasa dari luar negeri (barang impor).
Kegiatan ekspor impor dilakukan antarnegara untuk mencukupi kebutuhan rakyat masing-masing negara. Indonesia mengimpor barang dari luar negeri karena kita tidak dapat menghasilkan barang tersebut ataupun jika kita dapat menghasilkan tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri.
Sedangkan kita mengekspor barang ke luar negeri karena negara lain membutuhkan barang dan jasa yang kita hasilkan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri mereka.

2.  Produk ekspor dan impor dari negara Indonesia
Secara umum produk ekspor dan impor dapat dibedakan menjadi tiga yaitu
1). Barang migas (minyak dan gas)
2). Barang non migas yaitu barang-barang yang bukan minyak bumi dan gas seperti hasil perkebunan, pertanian, peternakan, kerajinan dan hasil pertambangan lain yang bukan minyak dan gas.
3). Jasa yaitu pengiriman tenaga kerja ke laur negeri.

3.  Produk ekspor Indonesia
Produk ekspor Indonesia meliputi hasil produk pertanian, hasil hutan, hasil perikanan, hasil pertambangan, hasil industri dan begitupun juga jasa.
a. Hasil Pertanian
Contoh karet, kopi kelapa sawit, cengkeh,teh,lada,kina,tembakau dan cokelat.
b. Hasil Hutan
Contoh kayu dan rotan. Ekspor  kayu atau rotan tidak boleh dalam bentuk kayu gelondongan atau bahan mentah, namun dalam bentuk barang setengah jadi maupun barang jadi, seperti mebel.
c. Hasil Perikanan
Hasil perikanan yang banyak di ekspor merupakan hasil dari laut. produk ekspor hasil perikanan, antara lain ikan tuna, cakalang, udang dan bandeng.
d. Hasil Pertambangan
Contoh barang tambang yang di ekspor timah, alumunium, batu bara tembaga dan emas. 
e. Hasil Industri
Contoh semen, pupuk, tekstil, dan pakaian jadi.
f.  Jasa
Dalam bidang jasa, Indonesia mengirim tenaga kerja keluar negeri antara lain ke malaysia dan negara-negara timur tengah.
16 barang yang di ekspor Indonesia ke luar negeri tertinggi.
4. Produk Impor Indonesia
Indonesia mengimpor barang-barang konsumsi, bahan baku dan bahan penolong serta bahan modal.
a. Barang-barang konsumsi merupakan barang-barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,seperti makanan, minuman, susu, mentega, beras, dan daging.
b. Bahan baku dan bahan penolong merupakan barang- barang yang diperlukan untuk kegiatan industri baik sebagai bahan baku maupun bahan pendukung, seperti kertas, bahan-bahan kimia, obat-obatan dan kendaraan bermotor.
c. Barang Modal adalah barang yang digunakan untuk modal usaha seperti mesin, suku cadang, komputer, pesawat terbang, dan alat-alat berat. produk  impor indonesia yang berupa hasil pertanian, antara lain, beras, terigu, kacang kedelai dan buah-buahan. produk impor indonesia yang berupa hasil peternakan antara lain daging dan susu.
d. Produk impor Indonesia yang berupa hasil pertambangan antara lain adalah minyak bumi dan gas, produk impor Indonesia yang berupa barang industri antara lain adalah barang-barang elektronik, bahan kimia, kendaraan. dalam bidang jasa indonesia mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri.
6 barang yang diimpor dari luar negeri tertinggi.
b. Keuntungan ekspor impor
Keuntungan ekspor antara lain adalah :
1). Memperluas Pasar bagi Produk Indonesia 
Kegiatan ekspor merupakan salah satu cara untuk memasarkan produk Indonesia ke luar negeri. Contohnya batik Indonesia yang mulai dikenal di dunia, jika permintaan batik di luar negeri meningkat maka produsen batik di indonesia akan semakin luas pemasaranya. Dengan demikian, kegiatan produksi batik di Indonesia akan semakin berkembang.
2). Memperluas Lapangan Kerja 
Kegiatan ekspor akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. hal ini berhubungan dengan semakin luasnya pasar produk indonesia.kegiatan produksi di dalam negeri akan meningkat. Semakin banyak pula tenaga kerja yang dibutuhkan sehingga lapangan kerja semakin luas.

Keuntungan impor antara lain adalah :
1). Memperoleh Barang dan Jasa yang Tidak Bisa Dihasilkan
Setiap negara memiliki sumber daya alam dan kemampuan sumber daya manusia yang berbeda-beda. Misalnya, keadaan alam Indonesia tidak bisa menghasilkan gandum dan Amerika tidak bisa menghasilkan kelapa sawit.
Perdagangan antarnegara akan bisa mendatangkan barang-barang yang belum dapat dihasilkan di dalam negeri.
2). Memperoleh Bahan Baku 
Setiap kegiatan usaha pasti membutuhkan bahan baku. Untuk memproduksi mobil dibutuhkan besi dan baja. Untuk memproduksi ember, mangkuk, dan kursi plastik dibutuhkan plastik. Tidak semua bahan baku produksi tersebut dihasilkan di dalam negeri.


Ngaji-Semoga Ikhlas dan Barokah



Ngaji 1-Semoga Ikhlas dan Barokah            
             Pada hari ini saya mendapat suatu pelajaran yang sangat berharga. Ketika mengaji di Masjid Baitul Mukhlisin, pelajaran fikih yang diajar oleh Mas Den. Pada saat itu secara tidak sengaja menyinggung masalah belajar. Katanya orang itu tidak bisa langsung menjadi luar biasa, tapi harus bertahap dari nol ke satu, satu ke dua, dan seterusnya atau belajar dahulu. Contohnya Silahuddin (salah satu santri mukim), ia telah menyantri di pondok ini selama 1,5 tahun. Awalnya ia tidak bisa apa-apa, tapi sekarang ia sudah bisa mengaji. Proses yang tidak singkat. 

            Beliau juga menasehati santri yang lain. Begini katanya, “Belajarlah ketika hati ingin belajar, wiridanlah ketika hati ingin wiridan, tahjudlah ketika hati ingin tahajud. Tapi ingat lakukanlah jangan terlalu berlebihan, yang tepat sedikit tapi istiqomah. Contohnya melakukan sholat tahajud, pada malam hari hati ingin melakukannya, maka lakukanlah semampunya saja dengan catatan esok juga melakukan lagi. Biasanya ketika suatu hari tidak melakukannya, maka ketika ingin melakukan lagi akan terasa berat dan penuh cobaan. Itulah manfaatnya sedikit tapi istiqomah.
            Selain itu beliau juga menyinggung dalam menggunakan uang. Hal ini diawali salah satu santri wati belum memiliki buku fiqih. Belia bertanya keapada santri-santri,”Setiap hari jajan habis berapa? 5000?”. “Buku ini hanya 3000, tapi isinya sangat membawa manfaat yang sangat besar.Coba sesekali kalian tidak jajan! Dahulu saya ketika nyantri ke Kyai Nabrowi (Ngagel)meminta uang kepada orang tua itu sangatlah malu. Seingat saya, 2 tahun sekali saya meminta uang dan itu pun karena kepepet. Tepatnya tahun 2002 saya ingin ikut ziaroh kemudian dikirimi 100 ribu oleh orang tuanya. Pemberian itu membuat hati saya gundah, timbul pertanyaan- pertanyaan. Dan pada saat itu pula adek saya ikut nyantri, terpaksa tidak terpaksa saya harus membiayai adik daya dan diri saya. Sebenarnya itu hal yang tidak mungkin dapat saya lakukan. Kemudian saya memutar otak, ktika adik saya butuh uang, saya suruh minta pamannya dan saya suruh untuk menghitungnya. Jadi bagi kalian yang setiap bulan mendapat kiriman gunakn sebaik-baiknya dan berhati-hatilah. Jangan sampai salah pakai, sebab esok di yaumul hisab kita akan mempertanggung jawabkan”.