Ngaji 1-Semoga Ikhlas dan Barokah
Pada hari ini saya
mendapat suatu pelajaran yang sangat berharga. Ketika mengaji di Masjid Baitul
Mukhlisin, pelajaran fikih yang diajar oleh Mas Den. Pada saat itu secara tidak
sengaja menyinggung masalah belajar. Katanya orang itu tidak bisa langsung
menjadi luar biasa, tapi harus bertahap dari nol ke satu, satu ke dua, dan seterusnya
atau belajar dahulu. Contohnya Silahuddin (salah satu santri mukim), ia telah
menyantri di pondok ini selama 1,5 tahun. Awalnya ia tidak bisa apa-apa, tapi
sekarang ia sudah bisa mengaji. Proses yang tidak singkat.
Beliau juga menasehati santri
yang lain. Begini katanya, “Belajarlah ketika hati ingin belajar, wiridanlah
ketika hati ingin wiridan, tahjudlah ketika hati ingin tahajud. Tapi ingat
lakukanlah jangan terlalu berlebihan, yang tepat sedikit tapi istiqomah.
Contohnya melakukan sholat tahajud, pada malam hari hati ingin melakukannya,
maka lakukanlah semampunya saja dengan catatan esok juga melakukan lagi. Biasanya
ketika suatu hari tidak melakukannya, maka ketika ingin melakukan lagi akan
terasa berat dan penuh cobaan. Itulah manfaatnya sedikit tapi istiqomah.
Selain itu beliau juga
menyinggung dalam menggunakan uang. Hal ini diawali salah satu santri wati
belum memiliki buku fiqih. Belia bertanya keapada santri-santri,”Setiap hari
jajan habis berapa? 5000?”. “Buku ini hanya 3000, tapi isinya sangat membawa
manfaat yang sangat besar.Coba sesekali kalian tidak jajan! Dahulu saya ketika
nyantri ke Kyai Nabrowi (Ngagel)meminta uang kepada orang tua itu sangatlah
malu. Seingat saya, 2 tahun sekali saya meminta uang dan itu pun karena
kepepet. Tepatnya tahun 2002 saya ingin ikut ziaroh kemudian dikirimi 100 ribu
oleh orang tuanya. Pemberian itu membuat hati saya gundah, timbul pertanyaan- pertanyaan.
Dan pada saat itu pula adek saya ikut nyantri, terpaksa tidak terpaksa saya
harus membiayai adik daya dan diri saya. Sebenarnya itu hal yang tidak mungkin dapat
saya lakukan. Kemudian saya memutar otak, ktika adik saya butuh uang, saya
suruh minta pamannya dan saya suruh untuk menghitungnya. Jadi bagi kalian yang
setiap bulan mendapat kiriman gunakn sebaik-baiknya dan berhati-hatilah. Jangan
sampai salah pakai, sebab esok di yaumul hisab kita akan mempertanggung
jawabkan”.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar