a. Pengertian Sedekah Jariyah
Apakah shadaqah jariyah itu
adalah shadaqah yang dikeluarkan manusia pada masa hidupnya ataukah yang
shadaqah yang disedekahkan oleh keluarganya untuknya setelah dia meninggal?Jawaban:Dzahir dari sabda
Rasulullah shallahu 'alahi wa sallam "kecuali
dari shadaqah jariyah" (HR Muslim) adalah shadaqah yang dikeluarkan
oleh mayit itu sendiri bukan yang dikeluarkan oleh anak-anaknya untuknya
setelah dia meninggal, karena kebaikan yang berkaitan tentang anak yang shalih
telah dijelaskan tersendiri oleh Rasulullah dalam sabda, "anak shalih
yang mendoakannya." Tetapi jika mayat itu sebelumnya telah berwasiat
tentang sesuatu agar dijadikan shadaqah jariyah atau mewakafkan sesuatu, maka
hal itu akan menjadi shadaqah jariyah miliknya setelah dia mati.Begitu juga
dengan ilmu, termasuk hasil usahanya serta anak yang mendoakannya. Maka dari
itu seandainya ditanyakan kepada kami, mana yang lebih baik, saya shalat dua
rakaat untuk orang tua atau saya shalat dua rakaat untuk diri saya sendiri
dan berdoa di dalamnya untuk kedua orang tua?Saya jawab, yang lebih baik adalah
hendaknya kamu shalat dua rakaat untuk dirimu sendiri dan di dalamnya kamu
berdoa untuk kedua orang tuamu. Karena
itulah Nabi shallahu 'alahi wa sallam bersabda, "atau anak shalih yang
mendoakannya" dan tidak bersabda yang shalat untuknya atau beramal
untuknya dan sebagainya.
Sedekah jariyah adalah satu
istilah yang pernah disebutkan oleh Nabi saw dalam satu hadits, “Apabila
manusia meninggal dunia, amalnya terputus kecuali dari tiga: sedekah jariyah,
ilmu yang bermanfaat, dan anak salih yang mendoakan kebaikan untuknya.” (HR Muslim)
Dalam memberikan syarah tentang hadist di atas al-Imam
an-Nawawi menegaskan bahwa yang dimaksud dengan sedekah jariyah tersebut adalah
wakaf. Sementara al-Khatib asy-Syarbini rahimahullah berkata, “Sedekah jariyah
diartikan oleh para ulama sebagai harta wakaf. Sementara sedekah yang lain
tidak disebut sebagai jariyah. (lihat Mughni al-Muhtaj 3/522-523).
Sedekah jariyah adalah yang pahalanya terus mengalir
sesudah manusia meninggal dunia. Adapun sedekah yang pahalanya tidak terus
mengalir seperti sedekah memberi makanan kepada fakir miskin tidak disebut
sebagai sedekah jariyah. Karena itu, memberi santunan dan makanan kepada
fakir miskin atau anak yatim meskipun memberikan pahala besar, tetapi tidak
disebut sebagai sedekah jariyah. Namun memberikan kontribusi bagi pembangunan
asrama atau tempat pembinaan mereka merupakan sedekah jariyah yang pahalanya
terus mengalir selama tempat tersebut dimanfaatkan.
Di antara bentuk sedekah jariyah lainnya adalah
membangun mesjid, menanam pohon, membuat sumur, mencetak dan mendistribusikan
mushaf dst.
b. Bentuk-Bentuk Sedekah Jariyah
Untuk
anda beberapa bentuk-bentuk sedekah jariyah yang terdapat dalam nash-nashnya :
1. Memberi air minum dan
penggalian sumur-sumur. Berdasarkan sabda beliau “Sebaik-baik sedekah adalah
memberi air minum.” (HR. Muslim).
2. Memberi makan. Sesunggunya
Nabi ketika ditanya bagaimana islam yang baik itu. Beliau menjawab “Engkau
beri makan dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal maupun yang tidak
kamu kenal.” (Terdapat dalam Ash-Shahihain).
3. Membangun masjid. berdasarkan
sabda beliau “Barangsiapa yang membangun masjid demi mencari wajah Allah, niscaya
Allah bangunkan rumah baginya di surga” (Terdapat dalam Ash-Shahihain). Dari Jabir bahwa Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang menggali sumur,
(kemudian) tidaklah setiap yang memiliki ruh, baik dari kalangan manusia, jin,
dan burung yang minum dari sumur tersebut, melainkan Allah (pasti) akan
membalasnya kelak di hari Kiamat.” Dan barangsiapa yang membangun masjid karena
Allah (semata), sekalipun (hanya) sebesar lubang bertelur burung tekukur,
niscaya Allah bangunkan rumah baginya di surga” (Terdapat dalam Ash-Shahihain).
4. Berinfak dalam menyebarkan
ilmu, dan membagikan mushhaf al-Qur`an, serta membangunkan tempat-tempat
singgah bagi para musafir yang membutuhkan pertolongan. Dan yang setaraf
dengannya seperti anak yatim, para janda, dsb. Dari Abu Hurairah Berkata, Beliu
bersabda “Sesungguhnya termasuk amalan dan kebaikan orang mukmin yng masih
mengalir pasca kematiannya adalah ilmu yang diajarkan dan disebarkannya, atau
anak shalih yang ditinggalkannya, atau mushhaf al-Qur`an yang diwariskannya,
atau masjid yang dibangunnya, atau rumah singgah bagi para musafir yang
dibangunnya, atau sungai yang dialirkannya, atau sedekah yang dkeluarkan dari
hartanya saat sehatnya dan di masa hidupnya, (semua itu) masih mengalir
kepadanya pasca kematiannya. ” (HR. Ibnu Majah; Shahih at-Targhib). Sekedar
untuk diketahui oleh saudaraku, bahwa sedekah di waktu-waktu tertentu lebih
utama daripada di masa yang lainnya, seperti sedekah di bulan Ramadhan.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas “Nabi adalah orang yang paling
dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan, saat beliau ditemui
Jibril untuk membacakan kepadanya Al Qur`an. Jibril menemui setiap malam pada
bulan Ramadhan, lalu membacakan kepadanya Al Qur`an. Rasulullah Shallallahu
`Alahi Wa Sallam ketika ditemui Jibril lebih dermawan dalam kebaikan daripada
angin yang berhembus.” (Terdapat dalam Ash-Shahihain).
Demikian pula sedekah di sepuluh hari pertama
dari bulan Dzulhijjah, karena sesungguhnya Nabi bersabda “Tiada hari-hari dimana amal shalih di dalamnya
lebih disukai oleh Allah daripada hari-hari sekarang yaitu sepuluh hari pertama
(di bulan Dzulhjjah).” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah meskipun jihad fi
sabilillah?” Jawab Nabi, “Meskipun jihad fi sabilillah, kecuali jika seseorang
yang keluar (jihad) dengan (mengorbankan) jiwa dan hartanya, lalu tidak kembali
dengan apa pun.” (HR. Al-Bukhari). Anda telah mengetahui bahwa sedekah merupakan
amalan paling utama untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Maka termasuk bagian dari nikmat Allah ‘Azza wa Jalla atas seorang hamba adalah dikaruniakan harta baginya. Dan termasuk kesempurnaan suatu kenikmatan padanya, apabila hal itu membantunya dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. “Sebaik-baik harta yang shalih (baik) yang berada pada seorang yang shalih (pula)” (HR. Al-Bukhari).
Maka termasuk bagian dari nikmat Allah ‘Azza wa Jalla atas seorang hamba adalah dikaruniakan harta baginya. Dan termasuk kesempurnaan suatu kenikmatan padanya, apabila hal itu membantunya dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. “Sebaik-baik harta yang shalih (baik) yang berada pada seorang yang shalih (pula)” (HR. Al-Bukhari).
c.
Beberapa KHASIAT bersedekah tersebut diantaranya adalah:
Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti
suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara
spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Juga
berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang
mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Sedekah dalam pengertian di atas
oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah at-tatawwu' (sedekah secara
spontan dan sukarela).
Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya. (HR. Bukhari).
1. Amalan yang Utama
Rasulullah SAW telah bersabda:
“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan diatas adalah yg memberi dan tangan di bawah adalah yang menerima”(HR. Muslim)
Umar Bin Khathtab pernah berkata:
“Sesungguhnya amalan-amalan itu saling membanggakan diri satu sama lain, maka sedekahpun berkata (kepada amalan- amalan lainnya),’Akulah yang paling utama diantara kalian’
2. Melindungi Dari Bencana
Rasulullah SAW pernah bersabda seperti dibawah ini:
“Obatilah orang sakit diantara kalian dg sedekah”
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan:
“Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yg menakjubkan utk menolak berbagai macam bencana sekalipun pelakunya orang yang fajir (pendosa), zhalim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara sedekah tersebut…”
3. Berlipat Ganda Pahalanya
Allah SWT telah berfirman:
“Perumpamaan (infak yg dikeluarkan oleh) orang-orang yg menginfakan hartanya di jalan Allah adalah serupa dg sebutir benih yg menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiapbulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yg Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui(QS.Al-Baqarah:261)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barangsiapa bersedekah senilai satu biji kurma yg berasal dari mata pencaharian yg baik—dan Allah tidak akan menerima kecuali yg baik—maka sesungguhnya Allah akan menerimanya dg tangan kanan-Nya, kemudian dipelihara untuk pemiliknya, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda, sehingga sedekah itu menjadi (besar) seperti gunung”
4. Dapat Menghapus Dosa dan Kesalahan
Rasul SAW bersabda:
“Bersedekahlah kalian, meski hanya dg sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, dan memadamkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api”
Beliau juga menasehatkan kepada para pedagang:
“Wahai sekalian pedagang,sesungguhnya setan dan dosa menghadiri jual beli kalian, maka sertailah jual beli kalian dengan sedekah.”
5. Menjadikan Harta Berkah dan Terus
Berkembang
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah,’Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rejeki bagi siapa yg dikehendaki diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa yg dikehendaki-Nya).
Dan apa yg kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rejeki sebaik-baiknya.(QS.Saba’:39)
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah akan mengembangkan sedekah kurma atau sepotong makanan dari seorang diantara kalian, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda atau anak untanya, sehingga sedekah tersebut menjadi besar seperti bukit Uhud”
6. Melapangkan Jalan ke Surga dan Menyumbat Jalan ke Neraka
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg di sediakan utk orang-orang yg bertakwa. (Yaitu) orang-orang yg menginfakkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yg menahan amarahnya dam memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang yg berbuat kebajikan.”(QS. Ali Imron:133-134)
Rasulullah SAW bersabda:
“Buatlah penghalang antara dirimu dan api neraka walau hanya dg separuh butir kurma.”
7. Menjadi Bukti Keimanan
Di dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda:
“Sedekah adalah menjadi burhan(bukti).” (HR.Muslim)
Maksudnya, sedekah adalah bukti keimanan pelakunya.Sesungguhnya orang munafik menolak keberadaan sedekah karena tidak meyakininya. Barangsiapa yg mau bersedekah, maka hal itu menunjukkan kebenaraan imannya.
Rasul SAW juga bersabda:
“Sifat iman dan kikir tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya.”
8. Membawa Keberuntungan dan Merupakan Pintu Gerbang Semua Kebaikan
Allah SWT berfirman :
“Dan barang siapa yg dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yg beruntung.”
(QS. Al Hasyr:9)
Dalam ayat lain, Allah juga menegaskan:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yg kamu cintai, dan apa saja yg kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”( QS.Ali Imran:92)
9. Akan Mendapat Naungan di Padang Mahsyar
Sedekah akan menolong pelakunya dari kesengsaraan dalam perjalanan menuju alam akhirat, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap orang akan berada dibawah naungan sedekahnya, hingga diputuskannya perkara-perkara diantara manusia”
Didalam hadits lain Beliau juga bersabda:
“Naungan seorang mukmin di hari kiamat adalah sedekahnya”(Shahih Ibnu Khuzaimah 4/95)
10. Pahalanya Akan Mengalir Terus Walaupun Telah Mati
Rasul SAW bersabda:
“Pahala amalan dan kebaikan yg bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya—Beliau menyebutkan diantaranya--,(yakni)musyaf yg ia tinggalkan,masjid yg ia bangun,rumah untuk orang yg dalam perjalanan yg ia bangun, sungai yg ia alirkan, atau sedekah yg ia keluarkan dari hartanya dikala sehat dan hidupnya, maka ia akan bakal menghampirinya sepeninggalnya.”
Allah SWT berfirman:
“Katakanlah,’Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rejeki bagi siapa yg dikehendaki diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa yg dikehendaki-Nya).
Dan apa yg kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rejeki sebaik-baiknya.(QS.Saba’:39)
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah akan mengembangkan sedekah kurma atau sepotong makanan dari seorang diantara kalian, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda atau anak untanya, sehingga sedekah tersebut menjadi besar seperti bukit Uhud”
6. Melapangkan Jalan ke Surga dan Menyumbat Jalan ke Neraka
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg di sediakan utk orang-orang yg bertakwa. (Yaitu) orang-orang yg menginfakkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yg menahan amarahnya dam memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang yg berbuat kebajikan.”(QS. Ali Imron:133-134)
Rasulullah SAW bersabda:
“Buatlah penghalang antara dirimu dan api neraka walau hanya dg separuh butir kurma.”
7. Menjadi Bukti Keimanan
Di dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda:
“Sedekah adalah menjadi burhan(bukti).” (HR.Muslim)
Maksudnya, sedekah adalah bukti keimanan pelakunya.Sesungguhnya orang munafik menolak keberadaan sedekah karena tidak meyakininya. Barangsiapa yg mau bersedekah, maka hal itu menunjukkan kebenaraan imannya.
Rasul SAW juga bersabda:
“Sifat iman dan kikir tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya.”
8. Membawa Keberuntungan dan Merupakan Pintu Gerbang Semua Kebaikan
Allah SWT berfirman :
“Dan barang siapa yg dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yg beruntung.”
(QS. Al Hasyr:9)
Dalam ayat lain, Allah juga menegaskan:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yg kamu cintai, dan apa saja yg kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”( QS.Ali Imran:92)
9. Akan Mendapat Naungan di Padang Mahsyar
Sedekah akan menolong pelakunya dari kesengsaraan dalam perjalanan menuju alam akhirat, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap orang akan berada dibawah naungan sedekahnya, hingga diputuskannya perkara-perkara diantara manusia”
Didalam hadits lain Beliau juga bersabda:
“Naungan seorang mukmin di hari kiamat adalah sedekahnya”(Shahih Ibnu Khuzaimah 4/95)
10. Pahalanya Akan Mengalir Terus Walaupun Telah Mati
Rasul SAW bersabda:
“Pahala amalan dan kebaikan yg bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya—Beliau menyebutkan diantaranya--,(yakni)musyaf yg ia tinggalkan,masjid yg ia bangun,rumah untuk orang yg dalam perjalanan yg ia bangun, sungai yg ia alirkan, atau sedekah yg ia keluarkan dari hartanya dikala sehat dan hidupnya, maka ia akan bakal menghampirinya sepeninggalnya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar